Metoda Mengajar Musik Klasik

Pengennya sih dapat murid yang suka musik klasik bangetzz jadi dikasih satu buku Burgmuller Op.100 gak protes, nurut saat disuruh berlatih tangga nada dan broken chord jauh sebelum ujian tiba. Rajin berlatih sehingga dalam 2-3 minggu materi sudah selesai dan bisa ganti materi lain. Cari materi barunya juga gampang karena suka musik klasik, kan sumbernya banyak tuh.

Hahahaha ada gak yaaa murid seperti itu .. 1 murid per 10 murid kali yaaaa tapi memang ada kok. Dulu pernah punya murid yang nyaris seperti itu. Walau cuma punya keyboard di rumah tapi tetap rajin latihan. Dan dia menghargai kita sebagai guru – semua yang kita ajarkan fingering, dinamik, dan sebagainya benar2 dilatih. Hasilnya dalam 2-3 tahun sudah bisa memainkan Fur Elize, River Flow in You by Yiruma, Ballade Pour Adeline, dsb. Bisa memainkan lagu2 pop, hapal chord2 penting.

Naaahhh tapiiiii murid yang lain gak kayak gitu #puyengggg#. Diajarkan tangga nada & broken chord gaakkk pernah dilatih sampai waktunya mau ujian masih salah-salah juga. Disuruh main dengan tempo lambat dulu gak pernah mau. Bukannya lebih baik main dengan tempo lambat tapi bersih ya? Daripada cepat tapi salah2?
Kita perbaiki fingering lagu Bach tapi gak pernah dilatih, pakai fingering sedapatnya aja trus tiap main fingeringnya ganti2 mulu. Kapan mau lancarrrrrr #gemazzzzzzzz#

Akhirnya selesai juga ujian #bozaaann 6 bulan materinya ituuuuuu mulu# untungnya lulus.

Dimulailah les regular. Bingung cari lagu, katanya sih suka tapi gak pernah dilatih. Satu bulan, dua bulan gak ganti2 materinya. Tangga nada & broken chord #cemberut#

Soooo akhirnya pakai cara ini (untuk menghadapi murid dengan karakter seperti itu) :

1. Les dengan waktu 45 menit gak lebih gak kurang. Belum sempat gak betah pelajaran usai hehe.

2. Kasih 2-3 lagu (per lagu 15 menit) tapi dalam 1 lagu tersebut yang dimainkan paling hanya 1/2 halaman.
– Pertama tentunya mempelajari not-nya. Kalau sederhana bisa memainkan langsung 2 tangan. Kalau tidak ya harus main satu tangan dulu. Langsung deh disuruh main melodinya dengan dinamik supaya lebih menarik.
– Kalau terdapat spot yang membutuhkan teknik maka dilatihlah hanya spot tersebut.
– Atau membahas khusus rythem.
– Atau mencoba pedal.

Intinya kita hanya membahas sedikit materi tapi usahakan sampai bisa.

Les berikutnya kita suruh murid untuk memainkan materi minggu lalu tapiiiiii 1x saja. Tidak perlu memainkan berulang2. Karena sudah dipastikan murid tersebut gak latihan. Lalu kita contohkan kembali hal2 yang kita ajarkan minggu lalu. Kita saja yang memainkan dengan harapan mereka tertarik untuk berlatih setelah mendengar permainan kita.

Lalu lanjutkan 1/2 halaman berikutnya dengan metoda tersebut.

Begitu terus hingga satu lagu selesai. Lalu ganti lagu baru.

Jangan menunggu mereka untuk berlatih. Percuma saja. Yang terjadi malah mereka bosan karena lagunya itu-itu saja dan tambah sebal karena merasa gak bisa-bisa. #tarik napas#

Asalkan mereka mau terus les saja sudah bagus, hingga suatu saat nanti mereka ‘tergugah’ untuk berlatih.

Yang penting kita selalu ajarkan teknik, dinamik, dan sebagainya dengan lagu yang berbeda-beda.

3. Tangga Nada & Arpeggio, beli buku khusus lalu catat semua tangga nada & arpeggio beserta fingering & karakteristiknya (yang akan menjadi bahan ujian selanjutnya) selengkap2nya. Kalau perlu beli buku tulis yang bagus. Pakai pena warna-warni. Berikan buku catatan tersebut dan katakan untuk mencoba berlatih sendiri. Cukup 1-2 tangga nada atau arpeggio setiap minggunya. Nanti semua yang sudah dilatih dapat dipertunjukan kepada kita.

Jadi cukup kita tanyakan apakah minggu ini mereka sudah berlatih tangga nada or arpeggio. Jika sudah silahkan dimainkan dan kita bisa membantu memperbaiki. Kalau mereka jawab belum ya sudah katakan semoga minggu depan bisa dilatih.

Tidak ada gunanya kita memaksa-maksa mereka untuk berlatih tangga nada. #nanti cemberut lagi#

4. Sight reading – beli buku sight reading, minta mereka memainkan satu phrase per tiap kedatangan. Jangan minta mereka mencoba beberapa nomor sekaligus. Cukup satu phrase dengan konsentrasi tinggi.

5. Aural – ini bisa digunakan untuk mengatasi kejenuhan. Dalam 1 bulan ada 1x les khusus berlatih aural. Toh berlatih aural gak bisa buru2 kan. Jadi jangan segan untuk menghabiskan 1x les khusus membahas aural.

Kesimpulan :

Jadi intinya sih untuk menghadapi murid seperti ini adalah mencoba menumbuhkan rasa ketertarikan terhadap musik klasik (karena kita kan memang mengajar musik klasik he he he …). Selama mereka belum tergugah ya mereka tidak akan berlatih dan kita jangan memaksa. Percuma hanya akan membuat mereka sebal. Dengan seiringnya waktu, dengan segala ocehan kita tentang dinamik, phrase, teknik, dan sebanyak-banyaknya lagu mudah2an pada akhirnya mereka akan tergugah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s