8. Operasi Laparatomi Miom & Kista dengan Prof.DR.Dr.Wachyu Hadisaputra, Spog (Kfer)

Setelah segala pertimbangan dan banyak hal lainnya selama setahun lebih akhirnya diputuskan untuk operasi. Beruntung ada yang merekomendasikan Dr. Wachyu dan beruntung juga suami merasa cocok sehingga saat dijadwalkan operasi dalam beberapa hari ke depan kita ngangguk saja.

Selasa 06 Jan 2015

Jam 14.00 sampai di RSIB YPK Mandiri – Menteng, pilih kamar lalu bayar deposit 50% dari biaya operasi.

Jam 18.00 diambil darah untuk keperluan titip darah di PMI dan test resistensi antibiotik.

Jam 19.00 suster operasi datang dan menjelaskan sedikit prosedur operasi dimana yang dibuat baal hanya pinggang ke bawah tapi kondisi kita akan dibuat tertidur. Pemasangan kateter dilaksanakan setelah proses pembiusan. Untunglah … karena pasang kateter tuh sama sekali tidak nyaman alias sakit. Dengan pembaalan yang setengah badan tersebut pemulihan akan bisa lebih cepat. Saat recovery makan putih telur 3 butir sehari karena protein sangat dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Sebisa mungkin jangan mandi selama seminggu supaya luka cepat kering karena walau menggunakan plester anti air tapi karena kulit berpori-pori takutnya merembes.

Tidak lama kemudian Dr. Wachyu datang berkunjung, beliau membaca semua hasil test darah yang katanya semua oke termasuk semua hormon2 reproduksi.

Jam 21.00 cukur. Ini seharusnya bisa dilaksanakan sendiri di rumah hehe.

Rabu 07 Jan 2015

Jam 05.00 diberi pencahar via dubur, tapi entah karena sudah mulai panik, entah kurang lama ‘nongkrong’ output yang diharapkan tidak begitu banyak hehehe.

Jam 06.00 Dr. Cepi datang memberikan semangat.

Jam 06.15 suster kembali datang ke kamar untuk pasang infus. Lalu dibawa deh ke ruang peralihan, ganti baju operasi, pakai penutup kepala, lalu menunggu sampai sejam lebih.

Jam 07.45 baru masuk ke ruang operasi yang dinginnya luarrr biazaaa. Langsung disuruh rebahan di meja singgasana. Tanpa membuang waktu suster menyuruh posisi udang haha badan ditekuk meringkuk. Lalu dokter anestesi menyuntikan obat baal di punggung. Sakit lho suntikannya plus ngilu saat injeksi obat. Begitu diinjeksi hanya dalam beberapa detik badan langsung hangat dan tidak merasa dingin lagi.

Langsung panik karena Dr. Cepi (asisten Dr. Wachyu) seperti sudah bersiap melakukan tindakan jadi langsung protes,”tunggu tunggu Dok, tunggu baal dulu” haha. Untungnya Dr. Cepi baik dan menenangkan.

Berikutnya dipasang oksigen di hidung, saat itu pula napas terasa pendek dan kalau kita paksakan bernapas panjang dada terasa sakit. Saat itu kayaknya dipasang kateter tapi tidak terasa apa pun, yang terdengar cuma, ” banyak banget …” Hehe memang sudah sejam menahan pipis.
Lalu terdengar suara Dr. Cepi mengucapkan ‘cairan biru’.

Setelah tidak teringat apa2 lagi ……

Menurut suami Dr. Wachyu masuk ke ruang operasi jam 08.20. Dan operasi selesai kurang dari dua jam.

Jam 14.00 kayaknya …. sadar …. sama sekali tidak terasa sakit. Cuma terasa ngantuk saja. Lalu kita dibawa ke kamar. Sampai malam kondisi tertidur lalu bangun sebentar tertidur lagi bangun lagi. Tapi sempat minta suami untuk menegakkan posisi tempat tidur supaya punggung tidak kaku. Naikinnya sedikit sedikit. Dulu waktu kuret ampunnnn punggung suakitttnyaaa semaleman tidak digerakan.

Jam 23.30 bell memanggil suster karena sudah sangat kehausan tapi belum juga kentut. Karena sudah lewat 12 jam pasca operasi maka dibolehkan untuk minum air putih sedikit demi sedikit.

Kamis 08 Jan 2015

Jam 07.00 Dr. Cepi datang memeriksa .. jadi miom yang berhasil ditemukan 6 buah dimulai dari yang terbesar seukuran bola tenis. Kista ada di kedua indung. Ampunnnn dehh ….

Hari itu makanan sangat terasa tidak enak sama sekali. Si tukang makan benar2 tidak berdaya. Infus pain killer dan antibiotik terus menerus diberikan. Tangan kiri bengkak karena infus, ganti tangan kanan.

Siangnya lepas kateter terus belajar miring ke kiri dan kanan, lanjut belajar jalan. Tidak ada rasa sakit hanya rasa tertarik di bagian operasi tersebut.
Sedikit perih saat pipis tapi gapapa, terus minum air putih.

Malamnya baru makanan terasa sedikit enak, makan hati ayam pakai nasi hehe.

Jumat 09 Jan 2015

Sarapan roti tawar pakai coklat, telur rebus, lanjut makan siang pakai lauk pauk lengkap haha semua masuk. Si tukang makan sudah kembali.

Sekitar jam 09.00 pagi Dr. Cepi kembali berkunjung, langsung deh kita tanya apakah diijinkan pulang hari itu, ternyata boleh. Jadilah ganti perban yang hebatnya sama sekali tidak perih. Bahkan saat dioles betadine di luka jahitan pun tidak terasa perih. Menurut suami jahitannya hanya berupa garis tipis saja.

Biaya :
– Biaya operasi laparatomi dengan pilihan kamar VIP adalah 32 juta rupiah
– Biaya test lab sebelum operasi nyaris 5 juta rupiah
– Biaya konsultasi sebelum operasi 750 ribu rupiah

Selanjutnya pemulihan di rumah minum essence of chicken 2x sehari, susu, sangobione femine, dan obat2an dari dokter.

Ke depannya gimana gak tau … tapi membiarkan semua parasit tersebut di dalam organ reproduksi juga tidak mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s